Plakat Premium – Apa yang ada di pikiran Anda jika mendengar kata “Branding”? Apakah Branding ini sama dengan merek atau logo? Apa pentingnya bagi perusahaan atau organisasi, komunitas maupun instansi? Kali ini, kami ingin share kepada Anda berbagai hal tentang branding.

Sebelum kita masuk ke definisi, fungsi dan lain-lain, kita lihat beberapa brand produk yang jadi top of mind. Nama produk yang jadi “perwakilan” produk yang sejenis. Apa saja sih? Berikut contohnya:
1. Chiki
Hayo, siapa yang ibu atau neneknya selalu bilang “Nah, batuk kan? Makan chiki terus sih!”. Tahukah Anda, chiki ternyata brand produk makanan ringan yang diproduksi oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
2. Aqua
Tidak sedikit yang masih menyebut semua air mineral dengan nama “Aqua”. Dengan slogan selagus janji “Kebaikan berawal dari sini”, Aqua semakin dikenal dan diingat oleh konsumennya. Brand produk air mineral milik Grup Danone itu berhasil membuat produknya menjadi top of mind di konsumen Indonesia.
3. Indomie
Indomie menjadi brand mi instan yang paling diingat oleh konsumen di Indonesia. Tidak hanya terkenal lezatnya, tapi juga variannya yang sangat banyak. Bahkan Indomie juga selalu update varian rasa yang pasti kalian suka.
4. Rinso
Harus nyuci dan butuh detergen, kira-kira brand apa yang pertama kali terbersit dalam pikiranmu? Yes, Rinso! Rinso sudah telalu melekat di ingatan konsumennya karena berhasil membangun brandingnya.
5. Odol
Sudah tahu kah Anda? Odol yang sering digunakan untuk menyebut pasta gigi adalah sebuah produk pasta gigi dari Jerman yang diproduksi pada tahun 90-an. Meski sudah tidak ada lagi di Indonesia, odol ternyata masih digunakan untuk “mewakili” penyebutan dari pasta gigi.
Dari ke-5 produk ini, mana yang paling sering Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari? Ternyata, branding sangat penting bagi perusahaan Anda.
Pengertian Branding
Brand dapat diartikan sebagai identitas diri yang dapat membedakan Anda atau perusahaan, komunitas, organisasi maupun sebuah lokasi dengan kompetitor. Sedangkan branding adalah kegiatan komunikasi, memperkuat dan mempertahankan brand ini sehingga dapat memberikan prespektif tersendiri kepada orang lain yang melihatnya.
Menurut Philip Kotler, seorang penulis, konsultan sekaligus professor pemasaran Amerika Serikat, branding adalah nama, istilah, tanda, symbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dengan untuk membedakannya dari barang atau jasa kompetitornya.
Istilah brand sendiri pertama kali digunakan pada abad ke-19 di Inggris sebagai tanda. Tanda ini digunakan pada hewan ternak dan budak dengan memberi cap dari besi panas pada tubuh mereka. Hingga kini, brand diartikan dengan logo, ciri visual, kredibilitas, karakter dan kesan perusahaan yang ada di benak konsumen perusahaan.
Apa Fungsi Branding untuk Perusahaan
Dalam bisnis, aktivitas ini sangat dibutuhkan karena mempunyai banyak manfaat, antara lain:
a. Membedakan dari Kompetitor
Seperti yang sudah disebutkan di atas, salah satu tujuan brand adalah membedakan perusahaan Anda dengan kompetitor. Oleh karena itu, perusahaan ini tentu memiliki ciri khas sehingga produk-jasa dapat selalu diingat konsumen.
b. Mempermudah Promosi
Semakin terkenal sebuah brand, produk – jasa akan lebih mudah promosi. Sebagai contoh, Aqua dengan air putih yang baru saja diproduksi, tentu iklan dari brand aqua lebih mudah diterima masyarakat luas bukan?
c. Membangun Citra Perusahaan
Fungsi yang lain dari branding adalah dapat membangun citra perusahaan. Apabila perusahaan sudah memiliki citra bagus, produk – jasa tersebut akan mudah dikenal oleh orang lain. Citra yang bagus ini juga sudah memvalidasi kualitas yang mereka tawarkan sudah tidak perlu diragukan.
d. Sebagai Pengendali Pasar
Branding yang sudah terbangun dengan baik, dapat membuka peluang perusahaan Anda untuk menetapkan harga jual yang tinggi. Pengendalian pasar ini bisa Anda lakukan karena masyarakat luas sudah mengenal produk-jasa perusahaan Anda dengan baik dan lebih dulu.
e. Mudah Dipercaya Konsumen
Fungsi terakhir dari branding adalah mudah mempengaruhi psikologis konsumennya. Dengan brand yang sudah terbangun, konsumen lebih percaya dan menganggap perusahaan Anda lebih professional. Beda banget kalau disandingkan dengan perusahaan competitor Anda yang belum punya brand.
Apa saja Unsur Branding?
Jika dilihat dari definisi unsur dan jenis branding itu apa saja sih? Apakah sama dengan logo atau nama perusahaan? Ternyata ada benarnya juga lho! Beberapa unsur dari brand itu sendiri adalah logo dan nama perusahaan. Berikut penjelasan selengkapnya:
-
Nama Merek
Nama dari perusahaan atau produk-jasa adalah unsur yang perlu dipenuhi. Meski ada peribahasa yang bilang “Apalah Arti Sebuah Nama”, untuk perusahaan tidak boleh di remehkan lho! Karena produk / jasa tidak punya identitas yang memudahkan masyarakat untuk mengenalinya.
-
Logo
Logo adalah unsur yang perlu dipenuhi kedua setelah nama merek. Dalam logo ini, Anda dapat menuaikan faktor keunikan dan image yang sesuai identitas perusahaan. Contoh, jika Anda menjual produk ayam goreng, logo yang digunakan bisa berupa gambar ayam goreng yang dibuat “tersendiri”. Semakin unik logo, dapat meninggalkan kesan tak terlupakan bagi masyarakat luas.
-
Tampilan Visual
Tampilan visual adalah hal yang terlihat oleh mata kepala orang lain. Bisa berupa warna, desain produk, desain kemasan, identitas karyawan dan lain-lain. Sebagai contoh tampilan visual adalah warna khas dari Indomart. Hanya dengan melihat warna biru merah dan putih, pasti Anda sudah bisa mendefinisikan minimarket tersebut bukan?
-
Suara
Unsur brand yang selanjutnya adalah suara. Suara yang dimaksud bisa berupa lagu tematik. Seperti selogan yang diucapkan suara ini bisa mengidentifikasi usaha Anda. Salah satu contohnya, suara khas saat iklan Aqua.
-
Slogan
Slogan, jingle dan tagline adalah unsur brand yang bisa membuat produk / jasa mudah diingat. Dalam membuat slogan, Anda bisa gunakan kata-kata yang punya unsur positif, mudah diingat dan “beda”.
-
Penggunaan Brand Ambasadore
Anda bisa bekerja sama dengan tokoh atau artis sehingga bisa meningkatkan pemasaran produk.
Unsur apa saja yang sudah ada pada perusahaan Anda? Terlebih pada produk atau jasa yang Anda buat.
Jenis-Jenis Branding yang Perlu Anda Ketahui
Dalam berbisnis, Anda tidak hanya bisa membranding produkmu saja. Ada banyak hal yang bisa Anda bangun brand nya sehingga lebih kuat. Tentunya jenis branding yang dipilih harus sesuai dengan tujuan bisnis Anda ya, supaya hasilnya lebih maksmial. Beberapa jenis branding yang perlu Anda ketahui antara lain:
-
Produk
Membranding produk bisa jadi alasan yang kuat orang lain atau pelanggan memilih produk dari perusahaan Anda. Jenis ini adalah yang paling umum diterapkan disebuah usaha, termasuk di perusahaanmu sendiri. Anda bisa memberikan faktor berbeda pada warna atau gambar.
-
Personal Brand
Jenis brand yang selanjutnya adalah membranding personal alias orang atau individu. Membangun personal brand bisa mulai dari Anda sebagai business owner. Dengan citra positif, Anda bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan, terlebih pada produk/jasa. Salah satu media yang saat ini ampuh untuk menampilkan personal brand adalah media sosial. Seperti artis atau influencer di luar sana yang memanfaatkan setiap platform media sosial yang baru untuk menampilkan citra ke public.
-
Corporate Brand
Corporate branding adalah salah satu upaya membangun brand yang berfokus pada reputasi perusahaan Anda secara menyeluruh. Aspek-aspek yang bisa Anda branding meliputi logo, visi misi perusahaan, website, kualitas produk/layanan, pemasaran, dan kredibilitas.
-
Geographical
Seperti namanya, geographical branding adalah upaya membangun citra yang mencakup suatu wilayah seperti kota, wilayah, provinsi bahkan negara. Upaya membangun brand ini biasanya digunakan untuk tempat wisata, sehingga keunikan wilayah tersebut bisa dikenal. Selain tempat wisata, beberapa bisnis yang berdekatan dengan tempat tersebut juga bisa kena imbasnya lho! Seperti hotel atau penginapan, transportasi resto dan lainnya.
-
Cultural Branding
Jenis usaha membangun brand yang selanjutnya adalah membangun identitas dan reputasi bagi orang yang tinggal di tempat tertentu. Cultural brand punya ketertarikan dengan georagphical sehingga biasa diterapkan untuk berjalan beriringan supaya maksimal.
-
Servica branding
Service brand sepenuhnya berfokus pada layanan yang diberikan oleh individu atau perusahaan. Karena mengembangkan hubungan dengan client atau customer Anda perlu berkomitmen dan memastikan kalau layanan yang ditawarkan harus memuaskan. Jenis usaha yang menggunakan service branding adalah; tour and travel agent, hotel, maskapai penerbangan, percetakan dan lainnya.
-
Co-Branding
Jenis strategi membangun brand yang satu ini melibatkan 2 atau lebih perusahaan saat ada partnership. Umumnya, perusahaan yang melakukan partnership punya satu kesamaan sehingga menciptakan kesadaran merek dan meningkatkan target pasar. Salah satunya adalah Gojek dan Tokopedia.
-
Retail Brand
Jenis branding berikutnya adalah retail branding yang biasa dilakukan oleh pemilik bisnis eceran dan memutuskan menjual produknya sendiri. Salah satu bisnis retail yang sudah sukses adalah brand Apple.
-
“No Branding”
Jenis branding yang satu ini, mengandalkan kualitas produk karena brandingnya minimalis. Dengann begini, perusahaan lebih percaya diri kalau produk mereka berkualitas.
-
Online Branding
Seperti namanya, strategi membangun citra yang satu ini dilakukan secara online. Bedanya dengan personal dan produk brand, online branding memiliki kategori yang lebih luas yang mengacu pada semua jenis branding yang terjadi di internet.
Itu dia penjelasan lengkap tentang branding yang bisa Anda terapkan pada bisnis yang Anda jalani. Khusu untuk Anda yang butuh perlengkapan branding salah satunya adalah nama dada, plakatpremium.com siap membantu. Dengan desain keren dan bahan akrilik full color, kami siap bantu brand Anda lebih berkembang.
Kunjungi website kami atau hubungi Customer Service kami untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut. Semoga bermanfaat 😊